Esai

Aksi Inspiratif Pemuda Ini Menggugah New York

SW60Plus.com, 26 September 2026, 20:20 WIB
Asro Kamal Rokan
Asro Kamal Rokan
· 21x dilihat

NAMANYA Wail Alselwi— sering dipanggil Wally— asal Yaman.  Lelaki 36 tahun itu, belakangan ini populer di Amerika Serikat, diwawancarai sejumlah media besar, di antaranya ABC News dan USA Today. Mini market miliknya,  Zack's Finest Deli & Grocery di Staten Island, New York, dikunjungi banyak siswa dengan membawa raport dengan gembira.


Wally bukan guru. Ia pemilik toko kelontong. Namun para siswa sekolah menunjukkan dengan bangga nilai rapornya. Mereka  berdatangan dari New York dan berbagai kota sekitarnya. Ada pelajar dan orangtuanya khusus datang  dari Florida, sekitar 17 jam perjalanan darat.


Wally—tanpa membedakan latar belakang sosial, etnis, dan agama—menyambut para pelajar dengan gembira dan memeriksa hasil raport mereka. Apabila nilai raport pelajar  rata-rata  di atas 90 atau100, maka Wally memujinya dan menghadiahkan uang tunai 100 dolar AS pada setiap siswa. Tidak jarang, para siswa datang berkelompok, lima-enam orang, Wally memberi mereka masing-masing 100 dolar karena nilai raport mereka bagus.


 Tidak hanya itu, para pelajar tersebut dipersilakan mengambil makanan dan minuman di tokonya tanpa pembatasan. Wally juga memberikan kaos untuk mereka.
Apabila ada siswa, yang mengalami peningkatan nilai dan berjuang hingga berhasil, Wally menghadiahkan 100 dollar dan dipersilakan mengambil makanan dan minuman di tokonya, secara gratis



Sedangkan siswa yang nilainya belum bagus, di bawah 80, namun mau memperlihatkan nilai raportnya, Wally tetap mengapresiasi dengan menghadiahkan 10 dolar dan dapat mengambil makanan serta minuman di tokonya. Wally memberi semangat siswa tersebut dan mempersilakan datang kembali dengan nilai raport lebih bagus.


"Jika nilaimu buruk, kami ingin mendorongmu untuk menjadi lebih baik," kata Alselwi dalam wawancara dengan ABC News, yang ditayangkan Selasa (1 September  2026). "Yang perlu kamu lakukan hanyalah lulus di semua mata pelajaran dan menunjukkan peningkatan, setelah itu, kami akan memberimu 100 dolar sebagai imbalan atas kemajuan tersebut."


Program berbagi hadiah untuk siswa ini bernama "Grades for Grabs". Awal kisahnya, menurut laporan ABCNews, seorang anak berusia 12 tahun datang ke toko Wally yang tidak begitu besar di sudut pertemuan Heberton Avenue dan Ann Street, New York.
Zamier Davis, anak lelaki yang sering berbelanja di toko tersebut, menantang Wally. Tantangannya, apabila nilai raportnya meningkat hingga masuk daftar siswa berprestasi, apakah ia boleh mengambil apa saja di toko secara gratis? Wally setuju. Tujuannya untuk memotivasi Zamier.

Dan, Zamier berhasil dengan nilai bagus. Wally memenuhi janjinya dan mempersilahkan Zamier mengambil makanan dan minuman apa saja di minimarket itu.  Momen bahagia  ini direkam Wally dan mengunggah video melalui akun sosialnya. Video ini viral.


Peristiwa tahun 2023 itu berlanjut. Sejak itu Wally memberi nama programnya Grades for Grabs. Awalnya, Wally menggunakan dananya sendiri, menyisihkan sebagian keuntungan tokonya. Siswa-siswa berdatangan. Program ini terus viral. Nah dari sini, banyak orangtua siswa t rgugah dan memberikan sumbangan langsung karena gembira melihat peningkatan prestasi anaknya.


Apakah Wally tidak khawatir bangkrut? Tidak. Meski Wally bukanlah orang berpunya— tiga anaknya masih di Yaman dan berharap dapat membawanya ke Amerika Serikat— namun lelaki ramah ini berkeyakinan bahwa harta sama sekali  tidak akan berkurang dengan berbagi. Rezeki dapat datang dari banyak pintu.Syaratnya, tentu ikhlas.
Dan, benar. Pengikut akun sosial medianya, tiktok  @islandock1dan Instragam @islandock1— terus bertambah. Saya mengikuti kedua akun Wally tersebut, yang sering sekali melakukan siaran langsung.


Informasi yang disampaikan melalui sosmed tersebut, menggugah banyak orang. Sumbangan pun mengalir melalui GoFundMe. Pada musim panas 2026 lalu, sumbangan meningkat dari 70.000 dolar hingga lebih dari 500.000 dolar per September tahun ini.


Para penyumbang, ada yang datang langsung maupun melalui GoFundMe. Jackson,  siswa asal Florida, sengaja datang bersama ibunya untuk memperlihatkan nilai raportnya yang bagus. Menurut Jackson, ia termotivasi belajar lebih keras untuk mendapatkan nilai rata-rata 98, setelah menonton video-video Wally.  Ibu Jackson bangga. Baginya, bukan nilai hadiah  100 dolar dari Wally, melainkan motivasi untuk bergerak maju.


Kisah lain, yang juga ditayangkan Wally melalui akun media sosialnya, seorang lelaki tua bernama Kent, sengaja datang dari Florida, menyetir sendiri selama sekitar 17 jam. Lelaki berusia sekitar 60 tahun itu, sengaja datang untuk memberi sumbangan 1.500 dolar. Kent bangga memberikan sumbangan.


ABCNews melaporkan, sebelum tahun ajaran dimulai, Wally memiliki gagasan menyumbang perlengkapan sekolah untuk sekitar 3.000 siswa. Gagasan yang disampaikannya melalui ukun tiktoknya — yang diikuti 1,2 juta dan disukai 23,3 juta—disambut hangat.


"Pada hari pertama, saya menerima sekitar tujuh kardus, lalu jumlahnya meningkat menjadi 15 hingga 25 kardus per hari. Pernah suatu hari, saya menerima 65 kardus sekaligus," ujarnya kepada Danny New dari ABC News.
Wally mengatakan, ia menyumbangkan perlengkapan tersebut kepada guru-guru setempat. "Saya senang bisa membantu," ujarnya.

Wail Alselwi melakukan aksi positif melalui akun media sosialnya. Ia telah menginspirasi jutaan orang untuk saling berbagi dengan keikhlasan dan kasih sayang, tanpa sekat. Wail Alselwi dengan caranya, menjadikan warna dunia terasa lebih indah. Bagaimana dengan kita?

Jakarta, 24 September 2026.

Bagikan:

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

0 / 2000