Menyusuri Benteng Carcassonne, Legenda Dame Carcas
KOTA CARCASSONNE berjarak sekitar 90 km dari kota Toulouse, Prancis Selatan. Naik bus melalui jalan bebas hambatan yang lacar, pohon-pohon anggur, zaitun, dan gandum di kiri kanan jalan, berlarian di antara bebukitan. Cuaca cerah, langit biru dan bersih.
Sekitar dua jam dari kota Toulouse, kami tiba di kota Carcassonne. Kota tua ini bagian tidak terpisahkan dari Benteng Carcassonne, benteng abad pertengahan paling terawat di Eropa. Carcassone berada di jantung segitiga Toulouse-Montpellier-Barcelona, di persilangan dua jalur utama lalu lintas masa lalu dari Atlantik ke Mediterania, dan dari Cévennes ke gunung Pyrénées.
Sebelum masuk Benteng Carcassonne (Cité de Carcassonne) dari sisi timur, pengunjung lebih dahulu menyusuri kota Carcassonne. Di sini, pengunjung bertemu dengan rumah-rumah tua, cafe-cafe, hotel, dan toko-toko souvenir. Jalannya kecil, mirip lorong, berkelok, mendaki, dan berbatu. Rumah-rumah dan cafe ini paduan Romawi kuno dan Gothik. Tanda-tanda permukiman pertama di wilayah ini sekitar 3.500 SM.
Di kota berpenduduk 50 ribu orang ini, ada alun-alun. Di sini, pusat perhatian pada monumen perunggu setengah badan Jean-Pierre Cros-Mayrevieille. Monumen ini dikelilingi cafe-cafe dan tempat istrahat sebelum atau sesudah mengunjungi Benteng Carcassonne.
Mayrevieille adalah sejarawan dan arkeolog kelahiran Carcassonne1810, yang melawan rencana pemimpin Prancis, Napoleon Bonaparte, memindahkan Benteng Carcassonne dengan alasan lokasinya sudah tidak strategis untuk militer. Mayrevieille pada tahun 1849 berhasil mempertahankan benteng ini dan rakyat menghormatinya dengan membuat monumen.
Benteng Dua Lapis
Selepas menyusuri kota kecil ini, sekitar dua menit jalan kaki, pengunjung langsung bertemu bangunan besar: Benteng Carcassonne dengan pintu gerbang kayu bernama Narbonne. Luas seluruh benteng ini sekitar tiga kilometer.
Benteng Carcassonne berada di atas sebuah bukit berbatu yang dirancang untuk pertahanan dua lapis tembok dengan ketinggian sekitar 12 meter, yang dipisahkan parit besar. Di sekeliling tembok, berdiri 52 menara pengawas dengan ketinggian masing-masing sekitar 14 meter.
Masuk dari pintu utama Porte Narbonnaise, ada jembatan yang menghubungkan tembok kedua. Di bawahnya parit. Jembatan ini dirancang sebagai jebakan. Apabila musuh yang berhasil lolos dari sergapan pertama di tembok luar, mereka akan dihujani peluru meriam dari menara.
Dari jembatan, pengunjung masuk ke benteng utama, yang disebut Château Comtal de Carcassonne (Count's Castle). Dalam benteng, terdapat halaman yang ditumbuhi beberapa pohon. Halaman ini ruang sirkulasi udara. Di sisi dan kanan ada kamar-kamar. Juga ada tangga menuju ke lantai atas.
Saya naik dan dari sini terhampar pemandangan sekitar benteng, hamparan rumput dan gunung Pyreneses. Di sebelah selatan, Basilika Saint-Nazaire. Gereja Katolik Roma ini berada dalam tradisi arsitektur Gotik-Romawi. Gereja asli diperkirakan dibangun pada abad ke-6 pada masa pemerintahan Theodoric the Great, penguasa Visigoth. Di sini, selain patung Maria, juga ada patung Joan of Arc.
Lady Carcas
Di sebelah kanan pintu Narbonne, pintu masuk utama Benteng Carcassonne, ada replika patung setengah badan Lady Carcas (Dame Carcas), yang hingga kini dipertahankan. Siapa Lady Carcas?
Di masyarakat Carcassonne ada legenda, yang menyebutkan Carcassonne berasal dari nama Lady Carcas. Menurut situs pemandu wisata
carcassonnetours.com, cerita rakyat ini mengkisahkan Lady Carcas adalah istri Ballak, seorang pangeran Muslim yang tewas dalam peperangan melawan Charlemagne.
Setelah kematian suaminya, Carcas mengambilalih pertahanan kota melawan tentara Frank. Pada tahun keenam pengepungan dan blokade makanan oleh tentara Charlemagne terhadap kota ini, krisis makanan terjadi. Penduduk dengan sukarela menyumbangkan babi dan gandum. Namun karena tentara Islam tidak makan babi, maka Dame Carcas punya ide. Babi dan berkarung-karung gandum itu dibawanya ke atas menara tinggi.
Melihat banyak babi sedang makan gandum, tentara Charlemagne beranggapan, pasukan Carcas masih cukup banyak. Bahkan gandum saja diberikan ke babi. Taktik Lady Carcas berhasil. Charlemagne menarik mundur pasukannya. Rakyat gembira dan membunyikan semua lonceng. Mendengar lonceng itu, anak buah Charlemagne kemudian berseru: Carcas sonne (Carcas berdering)...!
Historiografi Dame Carcas termasuk dalam ordo legendaris. Legenda itu berasal dari lagu-lagu gerakan abad pertengahan, yang dikumpulkan dari tradisi lisan oleh berbagai penulis termasuk Jean Dupre, William Besse, dan Guillaurne Catel.
Legenda Lady Carcas diduga terkait masa Kekhalifahan Bani Umayyah, yang menguasai Carcassonne selama 34 tahun (725 M – 759 M). Pasukan Bani Umayyah sebelumnya menguasai Semenanjung Iberia, yang mencakup Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar, dan sebagian Prancis, yang populer dikenal dengan nama Andalus.
Pasukan Bani Umayyah—sejarawan Eropa menyebutnya Saracen— mengalahkan Kerajaan Visigoth, yang berkuasa di Prancis Selatan, termasuk Carcassonne pada Abad ke-5 M – Abad ke-8 M. Visigoth merebut Carcassonne pada tahun 453 M setelah mengalahkan Romawi Barat.
Dari kekuasaan Bani Umayyah, Carcassonne kemudian direbut pasukan Franka, yang dipimpin Raja Pippin III—ayah kandung dari Charlemagne pada 759 M. Kerajaan Franka, melalui Perjanjian Verdun pada tahun 843, secara bertahap menjadi Prancis pada akhir abad ke-12.
Benteng Carcassonne, yang hingga kini berdiri kokoh, melakoni sejarah panjang berbagai era kerjaaan besar dunia. Tidak mengherankan, sejumlah film menjadikan benteng ini sebagai lokasi pengambilan gambar, di antaranya film Robin Hood: Prince of Thieves (1991) yang dibintangi Kevin Costner dan Morgan Freeman.
September 2013, lelah setelah berkeliling benteng Carcassonne — yang dinobatkan Unesco sebagai Situs Warisan Dua pada 1997 — kami duduk di bawah pohon besar, di luar benteng, tidak jauh dari jalan Rue Porte d’Aude. Angin meniup semilir. Setelah makan siang di cafe sekitar kota Benteng ini, kami pun kembali ke Tolouse. Carassonne tinggal kenangan dan keinginan.
Jakarta, September 2026
Asro Kamal Rokan
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar