Dua Menteri Hadiri Cek Kesehatan Komunitas Wartawan: Mayoritas Hipertensi
Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) menggelar acara Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Acara yang digelar di Gedung Sujudi, Kemenkes tersebut diikuti oleh 175 peserta yang masih aktif atau sudah pensiun sebagai wartawan di berbagai media, termasuk suami atau isteri mereka, serta para wartawan yang berasal dari organisasi pers lainnya.
“Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak dapat beraktivitas dengan optimal, tidak dapat mencari nafkah dengan sebaik-baiknya, atau menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tercinta,” ujar Wahyu Muryadi, Ketua Umum SWSI yang sebelumnya menjabat Pemimpin Redaksi Majalah Tempo.
Secara sepintas berdasarkan data-data yang ada sejumlah wartawan senior menghadapi hipertensi atau tekanan darah tinggi dan kataraks.
Antusiasme wartawan senior untuk mengikui cek kesehatan gratis itu sangat tinggi. Cek kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 namun peserta sudah hadir pukul 07.00. Mereka memanfaatkan acara cek kesehatan gratis untuk “reuni” dengan sesama wartawan yang sudah jarang bertemu. Sejumlah wartawan senior yang sudah paripurna dalam tugasnya namun masih aktif menulis ikut dalam acara cek kesehatan tersebut. Tampak hadir dalam cek kesehatan itu antara lain Wahyu Muryadi (Ketua Umum SWSI/mantan Pemred Tempo), Budiman Tanuredjo (Sekretaris Umum SWSI/mantan Pemred Kompas), Ninok Leksono (Kompas), Nasir Tamara (Sinar Harapan), Ahmadie Thaha (Tempo/Republika), dan Daud Sinjal (Sinar Harapan), Marag Sakti Siregar (Tempo) serta Abdullah Alamudi, wartawan berusia 86 tahun yang ikut dalam cek kesehatan.
SWSI didirikan 17 April 2026 oleh tujuh belas wartawan senior lintas media. Senioritas diukur dari usia di atas 60 tahun. SWSI kini mengeloka portal esai bernama SW60Plus.com. Portal ini tidak menawarkan berita dan kecepatan tetapi esai yang berkedalaman dengan menawarkan perspektif berbeda.
Wahyu dalam sambutannya mengatakan, seringkali kita baru menyadari pentingnya kesehatan saat penyakit sudah datang menyerang. Oleh karena itu, langkah preventif agar pencegahan dapat dilakukan, menjadi sangat penting. Pemeriksaan kesehatan dini yang diadakan SWSI tersebut akan sangat bermanfaat bagi masa depan para wartawan yang bergabung di SWSI.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan rata-rata usia kematian naik dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Untuk itu perlu peningkatan layanan kesehatan termasuk CKG untuk para manula sehingga upaya menjaga kesehatan dapat dijalankan dengan baik.
“Penyakit stroke, jantung, kanker dan gagal ginjal yang membuat sesorang cepat meninggal. Kalau bisa diatasi sejak dini, usia para lansia bisa di atas 76 tahun,” ujarnya saat memberi sambutan di acara yang digelar di aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kemenkes.
Menurut Menkes, sejumlah cara mudah dapat dijalankan untuk menjaga kesehatan. Pertama, tidur 7 jam 40 menit setiap hari. Kedua, olah raga lima hari seminggu masing-masing minimal 30 menit, dapat berupa jalan kaki, lari pagi atau main badminton. Ketiga, makan secukupnya.
Untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh, lanjutnya, perlu dicek secara rutin tiga bulan sekali melalui kegiatan CKG yang diadakan di Puskesmas. Yang perlu diketahui adalah tekanan darah, kadar gula darah, kondisi jantung, dan perbandingan berat dengan tinggi badan. Bahkan pemakaian ukuran celana panjang pun bisa menjadi patokan.
Menteri Komunikasi Dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang juga hadir di acara tersebut menjelaskan bahwa pekerjaan wartawan juga dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh, terutama disebabkan mental disorder. Kondisi kesehatan mereka akan terpengaruh pola pikir, emosi, suasana hati sehingga mengganggu kemampuan mereka untuk menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari
“Memang tidak mudah menjalankan tugas wartawan. Misalnya harus meliput terkait konflik yang dapat mempengaruhi psikologisnya. Maka kuncinya adalah memberi jeda dari satu liputan berat ke liputan berat lainnya. Hal ini tidak hanya dialami wartawan di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia,” ujar Meutya.
Dalam kesempatan tersebut Wahyu menjelaskan, program cek kesehatan gratis SWSI yang mengusung semboyan ‘Wartawan Senior Sehat, Negara Lebih Kuat’ hadir sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen bersama antara SWSI dan Kementerian Kesehatan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas langsung ke tengah masyarakat.
Kami menyadari, ujar Wahyu, bahwa membangun bangsa yang sehat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kerja sama antara SWSI dan Kementerian Kesehatan ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas. RS Siloam Karawaci Village dilibatkan dalam kolaborasi ini dengan menyediakan alat EKG portable.
“Oleh sebab itu, atas nama pendiri, pengurus dan semua anggota SWSI, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan dan juga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tebet atas dukungan penuhnya dan kontribusinya, serta kepada seluruh tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan hari ini,” tambahnya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar